Archive for the 'digital divide' Category

28
May
09

mobile internet? bener ada penggunanya?

admob data bilang, akses mobile internet (semua site yang berbasis mobile – m.blabla.com, ataupun wap.blabla.com, ataupun www.blabla.com/m) Indonesia nomor 2 setelah peringkat Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Opera – perusahaan yang  fokus untuk melakukan pengembangan mobile browser- meluncurkan data mengenai seberapa besar pengguna browser mereka yang berasal dari Indonesia. Cukup konsisten, mereka bilang Indonesia juga nomor 2 untuk traffic browsing menggunakan Opera-mini. Data yang di-release oleh opera-mini saat ini hanyalah data pengguna mobile internet dari Indonesia yang menggunakan Opera-Mini sebagai browser mereka. Bisa dibayangkan, seberapa besar akses GPRS yang sesungguhnya jika digabung dengan data orang-orang yang melakukan akses mobile internet dari default browser handsets mereka.

Masih menurut Opera, rata-rata pengguna mobile internet di Indonesia memakai sekitar 4MB / bulan. Mungkin hal ini karena tarif pemakaian GPRS yang masih cukup tinggi di Indonesia. Karena jika kita bandingkan dengan data yang dikeluarkan oleh pihak lainnya, penggunaan rata-rata mobile internet di Indonesia adalah 20MB / bulan.

Apa artinya? Tergantung dari sudut pandang mana anda berasal.

  1. Media : belum khatam kita belajar mengenai digital media di Indonesia melalui media internet, mobile internet bisa dijadikan pilihan karena mempunyai angka penetrasi (dan jumlah absolute) yang jauh lebih tinggi dari Internet di Indonesia. Sebut saja situs-situs mobile internet seperti m.friendster.com, m.yahoo.com, telah mulai memasarkan banner di mobile-site mereka.
  2. Brand Owner : salah satu peran dari mobile marketing (yang selama ini cuma dikenal dengan SMS broadcast saja) adalah banner di mobile internet. Kelebihannya, selain bisa mengarahkan pengunjung ke mobile-site dari brand, banner di mobile internet site bisa di program untuk:click-to-call:banner di klik kemudian langsung menyambungkan HP ke nomor yang telah ditentukan, click-to-SMS: banner di klik kemudian langsung membuatkan SMS dengan format yang telah ditentukan sebelumnya ke nomor yang telah ditentukan juga.
  3. Mobile Operator: melakukan proposisi yang berbeda selain perang tarif telepon dan SMS
  4. Publishers : mulai membuat versi mobile website mereka, untuk memaksimalkan revenue iklan dengan sesuatu yang lebih terukur.
  5. Consumers : Bisa menikmati internet dalam skala kecil melalui HP yang sudah support GPRS

Dengan perkembangan industri telekomunikasi saat ini (10 operator telepon nirkabel, HP yang telah support GPRS dengan harga yang murah) hampir dapat dipastikan beberapa tahun ke-depan, banyak orang-orang Indonesia yang mendapatkan pengalaman pertama mereka menyentuh dunia maya melalui layar kecil HP.

07
Feb
08

It’s Official !! MoU – IGADD Indonesia (MenKomInFo – Habibie Center)

Mr. M. Nuh & Mr. Ilham Habibie Wednesday February 6th, 2008 Communication and Informatics Departement Indonesia represent by Mr. M. Nuh (Minister) and Mr. Ilham Habibie representing Habibie Center as a legal representative of IGADD Indonesia signed MoU that show government support on this non-commercial movement and action call to close digital divide in Indonesia.

Although there are still lots of works need to be done to achieve the goal, what was happened in minister’s office show government full support in this program.

Personally, I really hope this MoU will not only be another support on paper without any follow up actions. Hopefully this join effort of intellectual communities, professional volunteers, sponsors and support by government will lead Indonesia to close digital divide issue that hold back economic development in rural areas that will lead Indonesia to a better future.




rangkum.com news aggregator

rangkum.com

Blog Stats

  • 3,735 hits

 

November 2009
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

interested in