Menggelitik, tapi kontra-produktif.
Entah disadari atau tidak, billboard dan kata-kata didalamnya membuktikan bahwa Telkomsel panik dengan langkah yang dilakukan XL. Mereka rela menghabiskan ratusan juta rupiah hanya untuk bilang bahwa tarif XL rumit dan jaringan terbatas.
Billboard tersebut seperti memamerkan kepanikan raksasa telekomunikasi selular. Coba dilihat kata-katanya, “Tetangga sebelah ngomongnya paling paling murah TERNYATA tarifnya ribet banget jaringannya terbatas ” Kalau kita baca seksama, kata-kata tersebut sama sekali tidak menyangkal bahwa si BIRU memang PALING MURAH
*duuh siapa sich nich copywriternya… udah keluar duit ratusan juta, cuma buat bilang setuju si kompetitor lebih murah.. hehehehehheeh*
kita tunggu saja episode berikutnya….
kalau orang yg kerja di dunia kreatif emang beda lihatnya, ada sudut pandang yg bisa mereka lihat yg tidak bisa di lihat sama orang umumnya……betul juga sih dgn mereka melakukan itu, “Promo paling murah” dengan “ternyata..blablabla”…sesuatu message yg berbeda…
malah orang2 melihat bahwa iklan nya si 0.1 benar adanya….yang nomor 1 aja bisa panik kayak begitu…apalagi yang nomor 2 ?? hmmmm will see deh