01
Jan
10

2010

Tahun kegemilangan digital 2009 baru saja terlewati. Gemilang? Yah.. Gemilang karena setiap bulannya dipenuhi seminar marketing digital, opini di digital jadi penting, facebook jadi identitas, kadang referensi, dan juga kadang sumber dukungan.

Pengguna internet naik pesat, khususnya pengguna internet melalui hp, BlackBerry jadi status simbol baru, pengembangan aplikasi mobile -yang sejak 2003 sudah ada- sekarang jadi ‘penting’.

Twitter microblog cetusan opini -saya suka menyebut brainfart- jadi cara baru berkomunikasi dalam 140 karakter, facebook dan twitter mendapatkan exposure media gratis entah berapa milyar rupiah. *trend yang juga terjadi secara global*

Bagaimana dengan 2010? *di Indonesia*

1. Profesi lama, ‘rasa’ baru
- programmers akan banyak berkonsentrasi di aplikasi berbasis web dengan interoperabilitas dengan mobile entah berupa mobile site atau aplikasi

- web programmers banyak berkecimpung untuk membuat rich banner pengganti/pelengkap microsite

- copywriters; menuangkan provoking and selling words In limited characthers untuk dituangkan di media twitter, facebook, ataupun menjadi konten sms.

- digital graphic/web designer; melakukan design yang inline untuk layar besar (pc/notebook) dan layar kecil (hp)

- mobile media planner; menambahkan tugas para media planner dengan memasukkan mobile media/applications sebagai salah satu pilihan media

- digital PR; menambahkan pekerjaan PR dengan melakuka evaluasi dan valuasi dari media digital commercial dan social media

- sutradara layar kecil; melakukan penyutradaraan untuk video yang akan banyak dilihat di layar kecil (hp), banyak memperhitungkan komposisi di keterbatasan ukuran layar.

- Creative Director; CD digital yang mengerti garis besar digital media bekerja, insight penggunanya, dan bagaimana penyampaian yang kreatif

2. Profesi Baru
- TechnoCommercial; memikirkan dan melakukan inovasi untuk melakukan komersialisasi dari suatu teknologi

- TechnoMarketing; berasal dari orang teknologi yang sering berkecimpung di dunia marketing (komunikasi pada khususnya) atau orang marketing yang digital groupies. Memikirkan bagaimana teknologi bisa menambah value dari effort marketing.

- Provokator digital; memang berkonotasi negatif, tapi tidak negatif sama sekali maksudnya. Provokator digital adalah ‘oppinion leaders’ yang melakukan WOM effort melalui media teknologi digital.

- Digital Media manager & analyst; semakin banyak yang mencoba digital media dan semakin pandai menggunakannya dengan mengharapkan perhitungan ROI,Efisiensi, dan independent yang akurat dan dapat mengintepretasikan dengan analisa yang tajam

Sepertinya, 2010 semakin banyak kesempatan dan celah bisnis baru yang mungkin bisa menjadi pilihan atau langkah lebih lanjut dari bisnis sekarang.

Apakah semua akan terjadi di 2010? Itulah menariknya dunia digital yang semakin semarak ini.. Itulah sebabnya saya jatuh cinta dengan media digital.

27
Dec
09

Kembali ke model bisnis asal… -Aplikasi dari konsep FREEMIUM

Terinspirasi dari Twitter dan Facebook yang melakukan crowd sourcing melalui mobile, saya terusik untuk bercita-cita membuat keadaan yang sama untuk konten lokal.

Tantangannya, bisnis model mobile konten di Indonesia membentuk bisnis konten mobile menjadi ‘penyedot pulsa’ pelanggan *untuk pasal ini, kita bahas di tulisan yang beda :) keep coming back!* .

Indonesia masih menganut model bisnis content masih ‘primitif’ dengan tujuan singkat : potong pulsa sebanyak2nya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. *gak semua, tapi kebanyakan gitu… :) *

Raksasa media baik yang berasal dari media traditional maupun terlahir sebagai media digital juga mengikuti arah ini. Walau sebenarnya besar kemungkinan bahwa bagi media seperti kompas.com , detik.com, dan kapanlagi.com konten di mobile itu gak terlalu besar revenue-nya dibanding revenue mereka dari placement para advertisers.

Sementara si empu-nya pipa (baca: operator) jarang yang mau diajak diskusi dan duduk bersama untuk memikirkan gimana cara terbaik yang elegan untuk keluar dari masalah ini dan menjadikan konten sebagai tujuan awal: “salah satu alasan pelanggan tidak churn/switch/keluar dari service operator tersebut” – bahasa kerennya, bagian dari retention program.

Solution is out there, keep it simple and stupid, observe, and analyze :) gitulah kira-kira motto saya.. karena saya sukanya nyontek keberhasilan orang biar ikutan berhasil…

Kembali ke Model Bisnis Asal

Media

Digital Media Value Chain -HW

Dari Diagram diatas, terlihat value chain yang seharusnya terjadi di digital media;

  1. Content, adalah USP dan alasan mengapa media tersebut dibuat
  2. Content kemudian menjadi alasan mengapa terjadi traffic ke media tersebut
  3. Traffic yang dihasilkan menjadi captive audience untuk para advertisers
  4. Captive audience tersebut diekspose ke advertisement digital

Pipa (connection enabler)

  1. Bisnis operator selular atau ISP selalu berpusat pada crowd sourcing, dengan menyediakan pipa kepada suatu mass untuk melakukan berbagai macam aktivitas keterhubungan
  2. Subscribers bagi para ‘pengusaha pipa’ adalah captive audience bagi media yang bisa dijual sebagai basis rate-card mereka kepada para advertisers

Media-Pipa-Subscribers/Audience Relationship

back to original business model

Kembali ke Bisnis Model Asal, Bigger Volume -HW

Gambar diatas menunjukkan bagaimana ekosistem akan menjadi semakin besar dan menguntungkan semua pihak, tanpa ada yang terusik kepentingannya.

Media memberikan mobile content atau teaser dalam 140 karakter dengan URL dibelakangnya yang bisa men-generate traffic ke mobile/internet site mereka. Semakin tinggi traffic, semakin besar captive audience, semakin bagus juga rate dari suatu media. Dan Media tetap mendapatkan revenue dari basic bisnis model mereka; advertisers

Khusus untuk mobile, content tersebut bisa diberikan kepada semua pelanggan dengan gratis sehingga  kemungkinan URL tersebut dibuka dan menjadi revenue untuk data semakin tinggi, terutama jika media bisa berkonsentrasi untuk membuat konten yang tetap menarik dan focus untuk hal itu. Revenue untuk operator akan didapat dari subscriber/audience karena mereka ‘menyewa’ pipa untuk bisa melakukan akses ke mobile/internet site.

Connectivity Enabler (mobile operator/ISP) tidak menerima pembagian revenue dari iklan yang didapat oleh media, begitupun media tidak berhak untuk mendapatkan revenue dari ‘penyewaan’ pipa oleh subscriber.

hal ini akan membuka celah baru baik bagi mobile operator/ISP maupun bagi media untuk bisa mendapatkan profile yang lebih mendalam berdasarkan ketertarikan subscribers/audience yang dapat berguna bagi advertisers.

Celah tersebut kemudian bisa dimanfaatkan untuk melakukan kreasi konten yang menggabungkan kapabilitas masing-masing pihak. Hasil dari kreasi yang baru inilah yang patut dibagi ke semua pihak yang terlibat. Misalnya; mobile marketing atau inovasi konten baru yang menggabungkan kekuatan media dan para ‘pengusaha pipa’

Kita lihat saja perubahan di 2010 nanti, pastinya keadaan seperti ini suatu saat akan terjadi. Sebagai praktisi di dunia digital; saya sangat mengharapkannya, karena industri akan semakin semarak dan maju :)

17
Dec
09

mobile marketing di Indonesia, riwayatmu kini…

Masih terasa jelas di ingatan saya, betapa mobile marketing digaung-gaung-kan dan di bahas di setiap ulasan marketing di Indonesia. Termasuk beberapa tulisan saya di http://bit.ly/8duf5z .

2008, tahun dimana di dengung-dengungkan mobile marketing di Indonesia. Semua orang mulai mencoba untuk meraih peluang untuk terjun ke bisnis ini (termasuk saya) :)

Sampai pada kesimpulan bahwa ternyata industri belum siap menghadapinya. Khususnya si-empu-nya pipa (baca: operator selular -RED). Value yang terlalu tinggi untuk jumlah pelanggan dan menyamakan harga inventory iklan dengan harga ‘pipa’ tersebut untuk konten dan penggunaan normal menjadi awal sebab dari stagnan-nya mobile marketing di Indonesia. Belum lagi ditambah dengan ketidaksiapan seluruh value-chain yang terlibat (media agency, creative agency, dan advertiser).

Harga yang terlalu mahal untuk inventory mobile media, membuat harga media ini sangat tinggi sekali. Kita ambil contoh saja misalnya RBT iklan yang konon harganya adalah Rp. 30 per-impression (per orang mendengar/telp). Murah memang sepertinya, tapi jika kita hitung secara detail, misalnya pengiklan mau memasang RBT iklan untuk 10,000 pelanggan. mari kita asumsikan, 1 orang di telpon rata-rata 5 kali sehari. Maka jumlah impressionnya adalah 50,000 dimana 50,000 itu belum tentu merupakan jumlah unique audience. Mengapa? karena setahu saya, platform RBT-Ad itu tidak bisa membedakan apakah penelpon adalah unique user atau orang yang sama. Untuk mempermudah perhitungan, mari kita anggap semua 50,000 itu adalah unique user. Artinya, untuk reach 50,000 sehari pengiklan harus membayar sejumlah Rp. 1,500,000. INGAT!! itu biaya 1 hari. Kalau dihitung 1 bulan, artinya Rp. 45,000,000 (untuk 10,000 pelanggan). Mungkin cukup murah, tapi apakah ada orang yang mendengar RBT sampai habis baru diangkat? bagaimana efektifitas media-nya? apa bedanya masang iklan di RBT dengan pasang iklan di radio kalau tidak ada call to action? yaaah begitulah kira-kira pertanyaan yang selalu saja muncul.

Saya termasuk orang yang sampai sekarang masih percaya dengan mobile marketing, karena mobile marketing memang cara masa depan untuk brand menjangkau audience(subcribers). Bagaimana resepnya???

Beberapa resep-nya:
1. mobile is all about connectivity. Bagaimana cara kita memanfaatkan connectivity itulah yang manjadi PR bagi semua kalangan, khususnya si empu-nya pipa yang saat ini membutuhkan alternatif penghasilan ditengah margin basic telephony yang makin kecil.

2. mari mulai dengan sesuatu yang jelas-jelas besar sekali potensinya. yaitu mobile internet. Indonesia adalah negara yang selalu masuk 5 besar untuk akses internet melalui mobile (baik itu menurut admob, maupun report dari OperaMini). fitur iklannya pun lebih kaya. Dari banner di mobile internet gak cuma bisa sebagai redirection ke mobile-site brand, tapi bisa juga menjadi click-to-call, click-to-sms. Bayangkan iklan tiket pesawat murah, dan di klik langsung call ke call center armada penerbangan tersebut. Seru kan??? :)

3. harus ada yang riset atau minimal melakukan tracking. masalahnya: siapa yang mau invest untuk tracking dan researchnya?

4. vendor, carrier, media agency, pengiklan, harus bahu membahu (sedikit mengorbankan revenue)

yaaah segitu dulu ulasan saya…. :)

mari kita tunggu apakah ada operator yang mau melakukan saran saya???? :)

28
May
09

mobile internet? bener ada penggunanya?

admob data bilang, akses mobile internet (semua site yang berbasis mobile – m.blabla.com, ataupun wap.blabla.com, ataupun www.blabla.com/m) Indonesia nomor 2 setelah peringkat Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Opera – perusahaan yang  fokus untuk melakukan pengembangan mobile browser- meluncurkan data mengenai seberapa besar pengguna browser mereka yang berasal dari Indonesia. Cukup konsisten, mereka bilang Indonesia juga nomor 2 untuk traffic browsing menggunakan Opera-mini. Data yang di-release oleh opera-mini saat ini hanyalah data pengguna mobile internet dari Indonesia yang menggunakan Opera-Mini sebagai browser mereka. Bisa dibayangkan, seberapa besar akses GPRS yang sesungguhnya jika digabung dengan data orang-orang yang melakukan akses mobile internet dari default browser handsets mereka.

Masih menurut Opera, rata-rata pengguna mobile internet di Indonesia memakai sekitar 4MB / bulan. Mungkin hal ini karena tarif pemakaian GPRS yang masih cukup tinggi di Indonesia. Karena jika kita bandingkan dengan data yang dikeluarkan oleh pihak lainnya, penggunaan rata-rata mobile internet di Indonesia adalah 20MB / bulan.

Apa artinya? Tergantung dari sudut pandang mana anda berasal.

  1. Media : belum khatam kita belajar mengenai digital media di Indonesia melalui media internet, mobile internet bisa dijadikan pilihan karena mempunyai angka penetrasi (dan jumlah absolute) yang jauh lebih tinggi dari Internet di Indonesia. Sebut saja situs-situs mobile internet seperti m.friendster.com, m.yahoo.com, telah mulai memasarkan banner di mobile-site mereka.
  2. Brand Owner : salah satu peran dari mobile marketing (yang selama ini cuma dikenal dengan SMS broadcast saja) adalah banner di mobile internet. Kelebihannya, selain bisa mengarahkan pengunjung ke mobile-site dari brand, banner di mobile internet site bisa di program untuk:click-to-call:banner di klik kemudian langsung menyambungkan HP ke nomor yang telah ditentukan, click-to-SMS: banner di klik kemudian langsung membuatkan SMS dengan format yang telah ditentukan sebelumnya ke nomor yang telah ditentukan juga.
  3. Mobile Operator: melakukan proposisi yang berbeda selain perang tarif telepon dan SMS
  4. Publishers : mulai membuat versi mobile website mereka, untuk memaksimalkan revenue iklan dengan sesuatu yang lebih terukur.
  5. Consumers : Bisa menikmati internet dalam skala kecil melalui HP yang sudah support GPRS

Dengan perkembangan industri telekomunikasi saat ini (10 operator telepon nirkabel, HP yang telah support GPRS dengan harga yang murah) hampir dapat dipastikan beberapa tahun ke-depan, banyak orang-orang Indonesia yang mendapatkan pengalaman pertama mereka menyentuh dunia maya melalui layar kecil HP.

17
Nov
08

WAP site access from Indonesia??? are you kidding me??

Sometime ago, I got that kind of respond every time I plan a WAP site as one of medium to communicate with consumers. I was actually expected that attitude though, as there was no data on GPRS usage in Indonesia.

As I browse around and follow the big buzz of mobile marketing world, I found very useful data from admob.

The data stated, there are more than 1 billion requests for mobile ad from Indonesia. Indonesia is the second biggest after US.

Assuming the average of ad is 2 per WAP page, the number of there are 500 million GPRS request originating from Indonesia’s mobile operators on January – September 2008 (around 56 million/month). The declining of GPRS price as part of Indonesia mobile tariff price war, unlimited GPRS access for Blackberry service and browsing via BlackBerry APN, and free GPRS promotion done by Natrindo, contribute the trafic spike on 2008 (1.1 Bio on 2008, 84 Million on 2007).

Nokia’s phones dominates the GPRS traffic by contributing 66.8% from over all GPRS trafic, followed by SonyEricsson (25.3%), Motorola (1.6%), and others (6.3%).

06
Nov
08

WAP sites, how are they?

Couple of months ago, my friend from mobile ad-server network (Mkhoj – mobile search) came to Jakarta.

They showed a very optimistic view on mobile internet (again, mobile internet I refer to is accessing internet via mobile phone, not using mobile phone as a modem) and stated Indonesia is having the 3rd biggest mobile internet traffic in the world. At first, I didn’t buy their story knowing that GPRS penetration can’t be said successful in Indonesia. Even, one of the operators said that they still have lots of idle bandwidth for mobile internet.

They invited me again on their second visit (yes, my 1st meeting with them is actually also their 1st visit to Indonesia) with a better preparation and present me with the same story on how they really optimist on mobile internet in Indonesia and how it will bring benefit to advertisers.

Finally, I challenged them with one of .juicer’s lab product; a news aggregator mobile portal rangkum . They gave me some impressions to play and giving me a chance to know how this ad-server work.

Long story short, I created a mobile internet ad that linked to http://m.rangkum.com and ask my colleague to perform a daily checking on its performance.

In 3 days, I see a traffic jump from mobile internet sites (hey…. they do exist and have traffic!!). Total visits to rangkum mobile sites increase by 60% with more than extra 1000 page views per day. Not to mention,these traffic came from Indonesia as I set my ad can only be seen by WAP traffic from mobile operators in Indonesia. Although most of WAP sites that gave me traffic were adult mobile sites, I believe with all giants dotcom companies (friendster, facebook, yahoo) also extend their access by creating a mobile site version, we can see more and more traffic come from these sites and generate even more interesting mobile marketing industry in Indonesia.

With this small yet productive case study, we try to sell this concept to some of advertisers.

21
Oct
08

sharing….

It’s been a while… well.. a century since my last blog. Lots of things happened; google launch chrome (unfortunately only for Windows version… *please launch MacOS version too……*), RIM launch more aggressive BlackBerry line up products, apple launch 3G phones, new ipod touch, and my (recently officially) favorite gadget in 2008, new macbook, last but not least; monetary crisis *phew*

There must be lots of articles on net that discuss about all hot stuffs above (I wrote those ‘keywords’ so in order to make my blog appear in internet search… *grind*).

What I really want to talk about is what happened to me just now; one of our creative person challenged me to give him reasons why he should also share his intellectual properties on net.

Sharing will be the simplest answer to that challenge. Sharing make our brain work better in a way that it will force us to package our ideas into something that can be understood. I also believe it will make us smarter because we have unlimited opportunities to have devil’s advocates from other people on net.

Idea is not unique. it never will be.

07
Aug
08

digital media dan pemilu 2009

Mid 2007 – 2008 digital media di Indonesia hampir bisa diumpamakan layaknya sebuah keranda. Ketika dibicarakan dan dibuat beramai-ramai; namun tidak ada satupun orang yang mau masuk duluan.

Sepertinya semua akan berbeda di tahun 2009. Pemilu dengan 33 partai akan bergulir; bisa dibayangkan berapa besar keuntungan media konvensional dengan adanya even ini. Saya bukan seorang ahli media, tapi berdasarkan logika harga media placement akan meningkat tajam berdasarkan suppy-demand ratio.

Apa dampaknya terhadap strategi komunikasi produk-produk komersial dengan peningkatan harga ini?

Satu hal yang pasti, mereka tidak akan berhenti melakukan komunikasi; hanya cara dan pemilihan media yang harus lebih di teliti mengingat harga yang meningkat tajam.

Media Digital (internet maupun hp -atau biasa disebut mobile marketing); akan menjadi pilihan yang cukup bijaksana; mengapa?

berikut logika saya;

1. partai akan mencari suara terbanyak; apapun usaha komunikasinya, tujuannya hanya 1: DUKUNGAN
2. Massa terbanyak ada di ‘bottom of pyramid’ dimana media yang dapat dengan mudah mereka jangkau adalah konvensional media
3. berperang dengan ramai-nya pesan-pesan politik yang akan bergulir, akan bias dan tidak efektif
4. digital media, akan sangat sedikit dilirik oleh partai karena kurang memberikan nilai lebih kecuali image dari partai tersebut. Sementara seperti yang saya ungkapkan di point pertama;yang mereka butuhkan adalah orang memilih dan mencoblos gambar partai mereka diantara 32 partai lainnya

Dengan logika sederhana diatas; cukup bijaksana produk komersil memulai langkah mereka ke dunia digital. Karena akan menjadi sangat masuk akal baik dari sisi matematis maupun budget, untuk mengalihkan lebih banyak budget media ke media digital di tahun 2009, khususnya untuk product untuk SES AB&C+

Saatnya mereka bisa berkonsentrasi untuk melakukan ‘keterlibatan’ (engagement) customer terhadap produk-produk mereka, melalui media digital. Entah itu adalah untuk melakukan viral, memulai melakukan persuasive technology melalui media internet dan mobile, sampai memulai cita-cita mereka untuk membuat digital campaign yang terintegrasi baik dari sisi channel (mobile dan internet) maupun eksekusi.

22
Jul
08

today’s theme…

I was stumbling around the web and found this quote;


“Work like you don’t need money,
Love like you’ve never been hurt,
And dance like no one’s watching.”

-crystal boyd-

very inspiring quotes during my busy day and remind me to keep my passion, and love it like I never fail :)

17
Jun
08

Firefox 3 Download day; internet community marketing

Download Day

Unlike their regular updates or new releases of internet browsers, firefox on its Firefox 3 try to approach and create a buzz among internet users.

They create a virtual event called Firefox 3 Download Day 2008 that will be started on June 17th.

Firefox; an opensource based internet browser is the 2nd most popular internet browser after MS IE. They have users communities and developer communities that can be enabled as their product ambassadors and willing to do so.

Some of it users know why they choose firefox instead of their regular browsers but most of them didn’t know why they need to use Firefox instead of other browsers. Most of these users use Firefox because their friends told them to, regardless the fact that there are other better (technically) browsers.

Their strength in product quality + users and developers communities = Firefox 3 download day

let see, whether they can set a new record on their download day; but definitely from marketing point of view -that defined by a technology guy :p- what they’ve done so far can be categorized as what Seth Godin said a ‘purple cow’

~post written on firefox 3 rc 3




Top Posts & Pages

    at a glance

    sensitive_digital_media_evangelist_student_for_life

    140 Brainfart in Twitter

    interested in


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.